GERAKAN MAHASISWA INDONESIA DALAM FRAME DULU, SEKARANG,

30 04 2011

GERAKAN MAHASISWA INDONESIA DALAM FRAME DULU, SEKARANG,

 

Keberpihakan adalah wajib, yang seringkali menjadi masalah bukanlah kewajiban tersebut. Namun, bagaimana berdinamika dalam keberpihakan itu!( Kojeng )

 Begitulah, seorang kawan saya bicara tentang sebuah gerakan. Singkat, jelas dan mungkin menarik. Deret panjang gerakan mahasiswa di Indonesia, seringkali diwarnai pasang surut. Peran kesejarahan dan keterlibatan yang panjang. Telah menempatkannya sebagai kelompok strategis yang memiliki daya dorong transformasi cukup signifikan. Hingga tepatlah kiranya bila Mahasiswa – dan pelajar– kemudian menjadi salah satu ikon penting dalam  perubahan sosial.

Membaca Gerakan Mahasiswa kontemporer karenanya butuh diletakkan pembacaan historisitasnya. Pembacaan yang mencakup tentang berbagai konteks dan problematika Gerakan Mahasiswa Di Indonesia, sedari massa kelahirannya hingga kini. Mulai dari perlawanan terhadap rezim kolonialis, sampai penggulingan rezim kapitalis. Artinya kita juga harus mengkritisi keberadaan gerakan mahasiswa sebagai motor penggerak,upaya pendekontruksian formasi sosial masyarakat, pengorganisasiannya, hingga konteks nasional serta global yang merangkai dan visi strategisnya Gerakan Mahasiswa.

Jika dilihat dalam sejarah, bisa dilacak sejak politik etis , 1908, 1915, 1925, 1926, 1929, 1942, 1945, 1947, 1955, 1960, 1966,1974, 1978, 1980-an , 1990, 1998, 2001,1002/3.

Struktur kodifikasi gerakan mahasiswa:

66,78, 98, 01, 02,03

————————-

neokolim/globalisasi. Kebijakan politik dan ekonomi.

70- 74, 77/78, 90-an, 2001,2003

————————-

pendidikan, hukum, dan isu – isu sektoral lainnya.

Perhatikan, semua gerakan diatas setelah mencapai targetnya , maka organ motor lambat laun melemah dan  muncul kembali setelah terjadi kontradiksi sosial yang baru. Kecuali tahun 66, dimana tanpa tranformasi kelembagaan politik beberapa pelaku gerakan mahasiswa mengalami mobilitas vertikal menempati posisi – posisi struktural. Dengan logika ini pula gerakan mahasiwa 66 yang sedikit banyak menyadari kelemahan – kelemahan ini kemudian mentranformasikan diri menjadi gerakan politik — partai politik. Namun setelah dimapankan sistem mereka – GM 66– menjadi tak ubahnya Rezim tiran yang kapitalistik!

Historisitas Gerakan Mahasiswa ( GM )Pada Jaman Penjajahan Belanda  :

1908. Kebangkitan nasional yang sekaligus menjadi penanda salah satu tonggak sejarah Pergerakan pemuda dan mahasiswa di Indonesia, tentunya tidak begitu saja kita lepaskan menjadi                                      –seakaan – akan– terpisah dari setting historis masa itu. Politik etis dan era renaissance dibarat, memacu perubahan besar ini. Kemenangan kaum liberal di Belanda berakibat pada digantikannya politik tanam paksa oleh program politik etis. Politik balas budi kolonial terhadap daerah jajahannya yang berisikan : irigasi , edukasi dan transmigrasi justru dipakai untuk melawan penjajah itu sendiri.Belajar dari revolusi Turki( 1908) dan lewat pertemuan di STOVIA Jakarta 1907 akhirnya pada 20 mei 1908 dr. Sutomo , Gunawan Mangunkusumo, dan Gondo Suwarno mendirikan  Budi Utomo.

1909. Budi Utomo ( 11 – okt ) konggres pertama. dr Sutomo digantikan Rd. Adipati Tirtokusumo Alasannya signifikannya adalah bilamana dipimpim mahasiswa organ akan kekurangan finansial maka  kepemimpinan diserahkan ke piyayi yang nasionalis.

1912. Pergolakan Tionghoa pada tahun 1911 yang saat itu sedang mengalami revolusi dibawah pimpinan dr Sun Yat Sen. Memberikan inspirasi besar pada Bung Hatta dan kawan – kawannya di Belanda untuk mendirikan Pelajar Indonesia. Kata – kata Indonesia pada saat itu sangat berbahaya bila didengar Belanda.

1915. Sebagai warisan gerakan “taktis”  Budi Utomo. Tri Koro Dharmo terbentuk secara independent dan lepas dari induknya pada tanggal 7 maret 1915. Diketuai oleh Satiman Wiryosanjoyo. Pada tanggal 12 juni 1918 di Solo organ ini menjadi Jong Java.

1917. Jong Sumatranen bond lahir

1918. Jong Celebes disusul  Jong Minahasa pada tahun sama.

1925. Jong Batak Bond lahir dengan konsep yang agak berbeda dengan Jong Islamiten bond.pada tahun yang sama.

1926. Hingga tahun 1926 ( 30 april ) Konggres Pemuda Indonesia yang pertama muncul. Konggres itu berhasil membuat beberapa rujukan,  namun karena kepentingan kedaerahan dan golongan yang kental konggres tersebut gagal.

1927 . Diawali hasil rujukan Konggres  Pemuda I, pada tanggal 27 febr 1927 di Bandung terjadi pertemuan antar organ kota sekaligus Algeme Studieclubnya  Bung Karno menjadi partai . Partai Bangsa Indonesia ( PBI ) dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Pergeseraan ini diikuti oleh berdirinya partai – partai lainnya seperti Partai Indonesia Raya ( PARINDRA) – eks. Budi Oetomo. Gerakan Rakjat Indonesia ( GERINDO)

1928 .Sebagai pendobrak, Sumpah Pemuda lahir tepatnya tanggal 28 okt 1928. Persidangan yang dimulai sejak tanggal 26 itu akhirnya, mematahkan gerakan sektarian dan sekaligus feodalistik primordial yang waktu itu berkembang. Walaupun toh sumpah itu sifatnya monumental dan tidak diikuti massa rakyat namun sebagai inspirasi gerkan ini signifikan sebab sebagai sinyal persatuan tahun dan gerakan Sumpah Pemuda di legitimasi kaum terdidik saat itu.

1929 .Sinyal krisis didunia meninggi dan menguatnya spirit nasionalisme negara – negara terjajah.

1930. Didukung oleh malaise negara kolonial, dan pelarangan berserikat berkumpul justru, Gerakan JSB. JJ.. dan jong – jong yang lain meleburkan diri menjadi Indonesia Muda dan tentunya gerakan Indonesia semakin kuat. Dipelopori oleh Perhimpunan pelajar – pelajar Indonesia. Dari organ Indonesia muda itulah kemudian muncul berbagai organ revolusioner termasuk Soeluh Pemoeda Indonesia ( SPI) dan Pergerakan Pemoeda Revolusioner (PERPIRI) yang Bung karno didalamnya.

1939 . Gabungan Partai Politik Indonesia  ( GAPI) terjadi.

Massa Pendudukan Jepang

Pada masa Jepang semua gerakan  pemuda dan mahasiswa dibubarkan.Mereka kemudian dimobilisasi dalam mewujudkan program Asia Timur Raya. Konseskuensinya, para pemudadimasukkan kedalam barisan – barrisan  pelopor ketentaraan Jepang. Kemudian organisasi seperti Seinendan, Kaibodan, Heiho, dan sebagian lagi diberi lebel “ kebangsaan “ seperti Pembela Tanah Air (PETA)  menjadi banyak. Kembali lagi penjajah blunder . Mereka itu nantinya akan menjadi tulang punggung kemerdekaan.

Dimulaialah era pergerakan , yaitu era pergerakan bawah tanah. Era ini yang namanya selebaran dan kurpol – kurpol ilegal menjamur. Hanya saja gerakan bawah tanah ini dikombinasikan dengan gerakan legal dengan sangat cantik oleh Bung karno.Salah satu keberhasilan itu adalah rapat akbar di lapangan IKADA yang berlanjut ke demontrasi besar – besaran yang menolak segala bentuk penjajahan. Artinya tidak semua Gerakan Mahasiswa dan pelajar kala itu tiarap hanya saja citranya agak jauh dari peran oposisi mengingat Bung karno dan Bung hatta – dua tokoh yang lebih banyak didikuti garis massa– memilih cara ini . Sementara di kubu yang sangat oposisi adalah Tan Malaka.

Hingga datanglah momentum besar , Jepang kalah dalam perang asia pasifik. Dus, semua barang jajahannyaarus diserahkan ke Sekutu. Namun sebelum jepang menyerahkan ke Belanda dan sekutunya, Bung karno dan kawan – kawanya memaksa jepang untuk akomodatif pada kepentingan politik kemerdekaan nasioanal. Pembentukan BPUPKI yang kemudian menjadi PPKI adalah contoh terbaik akomodatifnya Jepang pada saat akhir – akhir kedudukannya. 

Pasca Kemerdekaan :

Pasca runtuhnya rezim facis. Idelogi besar dunia berujung pada pertentangan dua kutub ideologi yang tadinya melakukan aliansi taktis. Pertemuan Internasional Union Student ( IUS ) yang berlangsung di Praha, Cekoslowakia. ( Agustus, 1946 ) kemudian hasil – hasil pertemuan praha itu dipertandingkan dalam International  Student Conference  ( ISC, 1950 ) telah menyebabkan pecahnya Gerakan Mahasiswa dunia menjadi dua kutub yaitu, Sosialisme dan kapitalisme – liberalisme.  Hingga politik GM Indonesia,  sendiri memilih ditengah. Kesadaran kolektivnya dibangun atas dasar semangat kemerdekaan Asia – Afrika. Ini kemudian di manifestasikan pada Konfrensi Asia – Afrika , Bandung, April -1955.  GM pun larut dalam tipologi ini .

Aktivitas yang sempat melemah ( Kasus keluarnya Persatuan Perhimpunan –Perhimpunan Mahasiswa Indonesia / PPMI – dari Front Pemuda Indonesia —  8 juni 1950  )  kini meningkat drastis dalam frame ini. Afiliasi organ mahasiswa ke parpol berakibat meruncingnya konflik  antar organ. Front kiri dan kanan semakin jelas. CGMI dan GMNI sebagai representasi front kiri berhadapan dengan GMKI, HMI, PMKRI dan Germasos. PPMI sendiri dipimpin Germasos. Pada tanggal  15 mei 1956, Konferensi Mahasiswa Antara Indonesia ( KMAI ) dilangsungkan untuk membahas masalah ini di asrama Daksinapati UI. Namun, yang terjadi justru forum ini menjadi arena perebutan legitimasi kepemimpinan politik mahasiswa yang selama ini dipegang PPMI. KMAI kemudian terlibat GM internasional termasuk mempersiapkan delegasi untuk mengikuti Konferensi Mahasiswa Asia – Afrika. Namun, pertentangan ideologislah yang menjawab gagalnya pertemuan trsebut. Anggapan untuk menggagalkan forum itu yang paling dominan adalah  Asumi akan KMAA adalahkepanjangan tangan IUS. Negara – negara yang menolak adalah : Burma , Muangthai, Dan India.

Tahun 1957 kondisi Indonesia semakin buruk. Sejak tahun 1956 aksi protes telah diwarnai aksi bersenjata. Militer semakin kuat . Adapun organ gerakan petanya juga semakin  terpuruk. Daerah – daerah berontak terhadap pusat. Dewan gajah di Sumatera Utara , dewan Banteng di Sumatera Tengah, dan Permesta di Sulawesi Selatan.Puncaknya pada bulan Januari jatuhnya kabinet Ali II .

Bung Karno,  kemudian  mengabil langkah diberlakukan keadaan darurat perang yang artinya menarik militer masuk lebih dalam  ketengah wilayah politik.Lebih lanjut Bung Karno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959., diiringi dengan membubarkan konstituante dan membentuk dewan gotong royong dan dewan Nasional.

Pilihan politik yang semakin menegangkan hingga akhirnya diterapkannya demokrasi terpimpin dan Bung Karno mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup.Ditengah era demokrasi terpimpim produk NaSaKom muncul. Sebagai produk ideologis NaSaKom adalah program yang sangat nasionalis namun sebagai produk politik, sekaligus menambah konflik.

Posisi GM disini sudah barang tentu larut dalam konflik. Aktivis – aktivis UI membentuk MMI / Majelis Mahasiswa Indonesia yang kemudian mengimbangi PPMI. Selanjutnya bergulir dengan polecy,  tanggal 25 Agustus 1959 sanering nilai rupiah dilaksanakan oleh Bung Karno, semua   mata uang dinominalkan 10 %. Kekacauan ini semakin memberikan peran pada militer saat itu.Tentara semakin jelas turut campur dalam perekonomian saat itu. Diskriminasi terhadap pedagang arab, cina dan India menjadikannya poros Jakarta – Peking – Delhi  merenggang.

Januari , 1961 . camerad  khrushvhev memberikan kredit ke Indonesia sejumlah $ 250 juta , juga pinjaman persenjataan dalam bentuk senjata $ 450 juta. Sisi yang lain sumbangan senjata diberikan dengan porsi yang lebih besar pada AL, dan AU mengingat kedua angkatan ini lebih kooperatif pada bung Karno, dibandingkan AD.

Digaris massa PKI Lebih menguat.Keanggotaan BTI mencapai 5,7 juta. Pada awal tahun 1963 Pemuda Rakyat dan Gerwani mencapai 1,5 juta orang. Pada akhir tahun 1962 sebagai perbandingan saja anggota PKI mencapai jumlah lebih dari 20 juta orang. Jargon “Ganjang Nekolim” atau “ Amerika kita setrika , Inggris kita linggis “ keluar dibanyak tempat. Belum lagi kekuatan nonblok yang meningkat menambah blok barat semakin takut dan banyak curiga  pada Indonesia. Krisis dan kondisi ekonomi serta lobi yang kuat pada negara – negara komunis dan sosilis juga negara non blok adalah paradoksal.

Beberapa kali media Barat mencoba menjungkirkan Bung Karno. CIA berkali – kali berhasil dibuka kedoknya dalam rangka menggulingkan Bung Karno. Sisi lain GM pertentangan mahasiswa akhirnya tak bisa dihindari. GM yang pro MANIPOL USDEK dengan yang kontra semakin riuh dikampus – kampus.PPMI dibubarkan sementara itu konggres IV MMI pada awal april 1964 di Malino, tak luput dari perebutan pengaruh kekuatan politik dilingkar utama kekuasaan. Pada tahun  – tahun ini masih dimenangkan GM yang beraliran ideologi berhaluan progresiv . Puncaknya 21 okt 1964 HMI dipecat dari PPMI.

17 oktober 1965 KAMI lahir. GMNI dan CGMI – walau ditawari– menolak sebagai presidium KAMI. Alasan – alasannya penolakan itu dari GMNI antara lain gerakan mahasiswa adalah gerakan keperpihakan  pada rakyat bukan pada militer atau penguasa lalim, gerakan mahasiswa akan selalu berpihak pada kaum Marhaen!

Kemenangan politik kaum progrsiv harus berakhir ketika Gestapu meletus. PKI dan Underbownya dibubarkan. GMNI dan beberapa simpatisan PNI di PKI- kan hingga sampai penghilangan nyawa Presidium GMNI  Ir Surahman dan penahanan 13 presidium GMNI tanpa dipengadilankan.

PPMI dibubarkan pada tanggal 29 Desember 1965 dan disanalah KAMI akhirnya menjadi satu – satunya wadah tunggal. Kemudian 10 Januari kami mengeluarkan Tritura dan berlangsung 60 hari hingga lahirnya Supersemar. Suharto berkuasa dan para presidium KAMI menjadi anggota DPR – Gotong Royong termasuk Akbar dan banyak lagi tokoh GOLKAR sekarang….

ORBA :

1971 .Suharto menang telak dengan 236 kursi..

1972 .22 Januari 72 Cipayung lahir .

Mereka yang terlibat antara lain :            Akbar Tanjung,            HMI .

Soerjadi                       GMNI

Chris Siner Key Timu              PMKRI

Dan Binsar Sianipar     GMKI

Gerakan mahasiswa pada saat ini bisa dibilang mati . Banyak diantara organ – organ yang bisa dibilang progres dibekukan . Apalagi ketika NKK / BKK diberlakukan. Kondisi kampus yang dari awal adalah kandang konsolidasi dinormalkan. Kiprah Daut Yusup  tak terhenti disini media dan juga seni pertunjukkan juga dimandulkan. Di jawa Timur, trauma seniman akan ludruk yang di PKI – kan, kemudian melapangkan jalan rezim untuk menormalkan seniman dengan berdirinya taman budaya cak Durasim.

Lebih dari  tiga belas persma yang diberangus paska aksi menolak investasi asing . Kemudian peristiwa ini dikenal dengan Malari ( Malapetaka 15 januari). Ali Sadikin yang waktu itu Gubernur Jakarta Back Up gerkan Mahasiswa mati – matian. Imbasnya beliau di kotakkan. Hingga pemerintahan Suharto semakin kuat dan….

1973 . Semua Gerakan mahasiswa Harus masuk KNPI.

1974 . 15 Januari  MALARI.

1975.  Pembredelan besar – besar pers kampus….

1976   Pertemuan ke III Cipayung. PMII gabung disana. Jatuh tepat bulan Januari.

1977  awal Pemilu kemudian GM mulai membidik sektor luar kampus . Lewat GAK (Gerakan Anti pembodohan ) mahasiswa  menggelar aksi besar – besaran dengan DEMA- nya.

1978. Lewat SK . No. 0156/ U/ 1978 Daut Jusup, menteri P dan K pada tanggal 19 april mengeluarkan NKK / Normalisasi Kehidupan Kampus disusul tanggal 24 Februari 1979 dikeluarkan SK . No. 037 /U / 1979 tentang Badan Koordinasi Kemahasiswaan . BKK yang intinya setiap kegiatan mahasiswa harus berkoordinasi dan pengawasan dengan pihak rektorat. Tentunya Sk itu keluar dengan berbagai macam ancaman bagi yang melanggar, termasuk awal  diberlakukan DO . dan schorsing . Belum lagi disusul SK No 0124 yang mewajibkan diberlakukan sistem SKS.

1978. tap MPR no 11 / MPR / 1978 . Diberlakukan tahun 80, Pancasila sebagai asas tunggal. Penataran P4 – Marhaenisme diberangus habis.

1979. Gerakan mahasiswa mulai banyak yang terpecah  – pecah garis ideologinya . Antara yang ikut pemerintah dan yang menolak. GMNI konggres di Medan dan berhasil mempertahankan Garis Ideologinya dari represifitas aparat kala itu.

1980 . HMI terpecah menjadi dua . HMI  DIPO dan MPO.

Setelah agak hilang dari Trauma pasca 75’ Lpm mulai bangkit lagi. Era pertengahan 80’ dimana semua organ gerakan menatap kelesuan, munculah berbagai Lembaga Pers Kampus (LPM) menjadi sasaran yang  ikut dimainkan ditengah kejumbuhan situasi. Pers Kampus adalah bagian propagandis yang dikoneksitaskan dengan target – target perjuangan Rakyat.Namun , sayang tak berlangsung lama Pemerintah kembali merepresi melaui Permenpen RI No. 01 / Per /menpen 75 dan diperkuat surat edaran DIKTI No.849/ D/ T/ 1989, mengenai penerbitan kampus yang merupakan non pers cukup penerbitan saja.

1990 . NKK/ BKK berakhir melalui PP NO . 30 / 1990 yang diikuti dengan SK . No. 0457 /U/ 1990 diberlakukannya Ormawa Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi   ( SMPT ) Inilah wadah tunggal berekpresinya mahasiswa yang semakin mengerdilkan Mahasiswa . Nampaknya untuk beberapa aktivis mahasiswa sudah menganggap pemerintah tidak bisa dijadikan kawan sehingga semua yang berasal darinya harus ditolak.namun sekaligus angin segar bagi Suharto sebab pada tahun itu, tepatnya, 6 Desember 1990 ICMI lahir yang merupakan kepanjangan tangan Suharto. Kelompok Islam inilah yang menjadikannya mesin politik pada pemilu 92.

1992 . SDSB memaksa pemerintah pada bulan  okt, untuk sedikit akomodatif dan kompromis terhadap gerakan mahasiswa !!!!!!. 

1994. tangan orba terus merepresif segala yang berbau kebebasan. Pembredelan Detik , Tempo, dan Editor.

1996. kuda tuli pada tanggal 27 juli … beberapa orang diculik dan sangat – sangat represif ..

1997 isu golput dan bergejolaknya mahasiswa, serta krisis hebat semakin memperkuat gerakan Mahasiswa.pada saat itu

1998  setelah banya darah …. bye.. pak harto……..

Evaluasi yang selalu menghabiskan banyak energi untuk membaca Gerakan Mahasiswa !!!


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: