ANALISA DAN REKAYASA SOSIAL EMPIRIK

28 04 2011

Pendahuluan

Berbicara tentang analisis dan rekayasa sosial tak luput dari pembahasan teori sosial. Sebab dalam sebuah analisa tak akan luput dari teori dasarnya. Oleh karena teori sosial melibatkan analisis-analisis isu-isu yang mencakup filsafat meski pada dasarnya bukan filsafat, tugasnya adalah memberikan konsepsi-konsepsi hakekat aktifitas sosial dan perilaku manusia yang ditempatkan dalam realita empirical. Charles Lemert (1993) dalam tulisan Social Theory: The Multicultural and Classic Readings, menyatakan bahwa teori sosial memang merupakan basis dan pijakan teknis untuk bisa survive.[1] Tetapi teori bukanlah sebuah pandangan dunia, tetapi ia memiliki beberapa titik singgung. Betapapun teori dinyatakan bebas nilai, pada kenyataannya ia juga merupakan refleksi dari sebuah pandangan dunia tertentu, dalam hal ini pandangan dunia yang berakar pada positivis.Anthony Giddens mensyaratkan analisa sosial harus peka terhadap pengaturan ruang-ruang waktu kehidupan sosial.[2] Secara filosofis, terdapat dua macam analisis sosial menurut Giddens:

1.    Analisis Institusional adalah ansos yang menekankan pada ketrampilan dan kesadaran actor yang memperlakukan institusi sebagi sumber daya dan aturan yang diprodusksi terus-menerus.

2.    Analisis Perilaku Strategis adalah ansos yang memberikan penekanan institusi sebagai sesuatu yang direprosuksi secara sosial.[3]

Semua penjabaran diatas adalah lebih menggunakan pendekatan sosiologis filosofis dan biasanya digunakan dalam studi-studi ilmu sosial. Hal itu cocok apabila akan melakukan ansos secara mendalam. Tetapi dalam pratek empirik, manusia lebih memilih model analisa praktis dan cepat.

Analisa Sosial (Ansos) biasanya digunakan sebagai alat untuk merekayasa sosial. Ketajaman analisa akan memberikan dampak positif setiap usaha rekayasa. Hakekatnya dalam analisa harus mengetahui secara mendalam kondisi Internal dan Kondisi Ekternal beserta kemungkinan-kemungkinan alternatifnya baik yang menguntungkan atau merugikan. Ada beberapa metode analisa praktis yang dapat digunakan, diantaranya 1) Metode SWOT, 2) Metode Ikan, 3) Metode Buzan (Peta Pemikiran), dllMetode yang mudah digunakan untuk membuat pertimbangan analisa, yaitu teknik mengenal lawan atau teknik MOM (Motive, Oportunity, Mean)

Rekayasa Sosial

Resos merupakan pengejawantahan ansos, dalam istilah politik dan sistem kenegaraan dikenal istilah kebijakan publik. Gerak dakwah hakekatnya untuk mempengaruhi kebijakan public meskipun kita juga memiliki kebijakan public sendiri. Terdapat beberapa hal model membuat kebijakan :1) Model Plebisit (langsung), 2) Model rasional-komprehensif (Koordinatif perwakilan), 3) Model Adjustif (kompromi langsung).[4] Dan yang dapat mempengaruhi kebijakan publik ini adalah opini publik. Opini publik inilah yang harus kita ciptakan, siapa yang mampu menguasahi opini maka bisa menguasai publik secara umum.

Bentuk-bentuk yang dapat menjadi opini adalah program kerja organisasi, sikap masing-masing individu, dan ketokohan.

[1] Zainuddin Maliki, Narasi Agung, Surabaya : LPAM, 2003, h. 5

[2] Anthony Giddens, The Constitution of Society, Pasuruan: Pedati, 2004, h. 355

[3] Op. Cit.

[4] Dan Nimo, Komunikasi Politik, Bandung: Remaja Karya, h. 259


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: